Minggu, 30 Desember 2012

karies dentis



A.    Karies Dentis
Karies dentis ini merupakan masalah mulut uatama pada anak dan remaja, periode  karies  paling  tinggi  adalah  pada  usia  4-8  tahun  pada  gigi  sulung dan  usia  12-13  tahun  pada  gigi  tetap,  sebab  pada  usia  itu  email  masih mengalami  maturasi  setelah  erupsi,  sehingga  kemungkinan  terjadi  karies besar. Jika tidak mendapatkan perhatian karies dapat menular menyeluruh dari geligi yang lain (Behrman, 2002).
Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan kematian.
 Ada beberapa cara untuk mengelompokkan karies gigi. Walaupun apa yang terlihat dapat berbeda, faktor-faktor risiko dan perkembangan karies hampir serupa. Mula-mula, lokasi terjadinya karies dapat tampak seperti daerah berkapur namun berkembang menjad lubang coklat. Walaupun karies mungkin dapat saja dilihat dengan mata telanjang, kadang-kadang diperlukan bantuan radiografi untuk mengamati daerah-daerah pada gigi dan menetapkan seberapa jauh penyakit itu merusak gigi..
Bergantung pada seberapa besarnya tingkat kerusakan gigi, sebuah perawatan dapat dilakukan. Perawatan dapat berupa penyembuhan gigi untuk mengembalikan bentuk, fungsi.Walaupun demikian, belum diketahui cara untuk meregenerasi secara besar-besaran struktur gigi, sehingga organisasi kesehatan gigi terus menjalankan penyuluhan untuk mencegah kerusakan gigi, misalnya dengan menjaga kesehatan gigi dan makanan.

B.     Faktor Penyebab Terjadinya Karies Gigi 
Menurut  Yuwono  (2003)  faktor  yang  memungkinkan  terjadinya karies yaitu : 
1.      Umur 
Terdapat  tiga fase umur yang dilihat dari sudut gigi geligi yaitu :
a. Periode gigi campuran, disini molar 1 paling sering terkena karies
b. Periode  pubertas  (remaja)  umur  antara  14  tahun  sampai  20  tahun pada   masa   pubertas   terjadi   perubahan   hormonal   yang   dapat menimbulkan  pembengkakan  gusi,  sehingga  kebersihan  mulut menjadi  kurang  terjaga.  Hal  ini  yang  menyebabkan  prosentase karies lebih tinggi.
c. Umur antara 40- 50 tahun, pada umur ini sudah terjadi retraksi atau menurunya  gusi  dan  papil  sehingga,  sisa  –  sisa  makanan  lebih sukar dibersihkan 
2.      Kerentanan permukaan gigi
a.  Morfologi gigi
             Daerah gigi yang mudah terjadi plak sangat mungkin terjadi karies.
b. Lingkungan gigi
                 Lingkungan  gigi  meliputi  jumlah  dan  isi  saliva  (ludah),  derajat kekentalan  dan  kemampuan  buffer  yang  berpengaruh  terjadinya karies, ludah melindungi jaringan dalam rongga mulut dengan cara pelumuran  element  gigi  yang  mengurangi  keausan  okulasi  yang disebabkan  karena  pengunyahan,  Pengaruh  buffer  sehingga  naik turun PH dapat ditekan dan diklasifikasikan element gigi dihambat, Agrogasi   bakteri   yang   merintangi   kolonisasi   mikroorganisme, Aktivitas   anti   bakterial,  Pembersihan   mekanis   yang   dapat mengurangi akumulasi plak.

3.      Air ludah
Pengaruh air ludah terhadap gigi sudah lama diketahui terutama dalam  mempengaruhi  kekerasan  email.  Air  ludah  ini  dikeluar  oleh  : kelenjar  paritis,  kelenjar  sublingualis  dan  kelenjar  submandibularis. Selama 24 jam, air ludah dikeluarkan glandula sebanyak 1000 – 1500 ml, kelenjar submandibularis mengeluarkan  40 % dan kelenjar parotis sebanyak 26 %. Pada malam hari pengeluaran air ludah lebih sedikit, secara  mekanis  air  ludah  ini  berfungsi  membasahi  rongga  mulut  dan makanan  yang  dikunyah.  Sifat  enzimatis  air  ludah  ini  ikut  didalam pengunyahan untuk memecahkan unsur – unsur makanan. Hubungan  air  ludah  dengan  karies  gigi  telah  diketahui  bahwa pasien dengan sekresi air ludah yang sedikit atau tidak ada sama sekali memiliki prosentase karies gigi yang semakin meninggi misalnya oleh karena  : therapi  radiasi  kanker  ganas,  xerostomia,  klien  dalam  waktu singkat  akan mempunyai    prosentase  karies  yang  tinggi.  Sering  juga ditemukan  pasien-pasien  balita  berumur  2  tahun  dengan  kerusakan atau karies seluruh giginya, aplasia kelenjar proritas (Yuwono, 2003).  
4.      Bakteri 
Menurut   Yuwono   (2003)   tiga   jenis   bakteri   yang   sering menyebabkan karies yaitu : 
a.         Streptococcus 
Bakteri  kokus  gram  positif  ini  adalah  penyebab  utama karies   dan   jumlahnya   terbanyak   di   dalam   mulut,   salah   satu   13 spesiesnya yaitu Streptococus mutan, lebih dari dibandingkan yang  lain  dapat  menurunkan  pH  medium  hingga  4,3%.  Sterptococus mutan  terutama  terdapat  populasi  yang  banyak  mengkonsumsi sukrosa
b.     Actynomyces 
Semua  spesies  aktinomises   memfermentasikan  glukosa, terutama   membentuk  asam  laktat,  asetat,  suksinat,  dan  asam format.  Actynomyces  visocus  dan  actynomises  naesundil  mampu membentuk karies akar, fisur dan merusak periodontonium. 
c.    Lactobacilus 
Populasinya mempengaruhi kebiasaan makan, tempat yang paling disukai adalah lesi dentin yang dalam. Lactobasillus hanya dianggap faktor pembantu proses karies.

5.      Plak
Plak ini trerbentuk dari campuran antara bahan-bahan air ludah seperti mucin,  sisa-sisa  sel  jaringan  mulut,  leukosit,  limposit  dengan  sisa makanan  serta  bakteri.  Plak  ini  mula-mula  terbentuk,  agar  cair  yang lama kelamaan menjadi kelat, tempat bertmbuhnya bakteri.


2 komentar:

  1. Lucky Club Casino Site - Online Slots - Lucky Club
    Lucky Club Casino Online Slots is an online slot casino with games including blackjack, roulette, live dealer, bingo and luckyclub a selection of popular video slots

    BalasHapus
  2. The Borgata Hotel Casino and Spa - MapyRO
    Address: 1 Borgata 화성 출장샵 Way, Atlantic 울산광역 출장안마 City, NJ 08401. 평택 출장마사지 Phone: 밀양 출장안마 (609) 317-6727. Website: http://theborgata.com/casino/. 인천광역 출장안마

    BalasHapus